3 Teknik Saat Menyetir di Tanjakan atau Turunan

3 Teknik Saat Menyetir di Tanjakan atau Turunan

Hingga hari ini sudah banyak peristiwa kecelakaan yang terjadi akibat rem blong di posisi jalanan yang sedang menurun atau bahkan saat akan menanjak justru kendaraan menjadi mundur.

 

Pada dasarnya, kita pasti pernah mengemudi di area penuh tanjakan dan turunan. Entah itu di daerah pegunungan dengan kontur jalan berliku, atau sesederhana di area parkir gedung dengan jalur berkelok atau menanjak curam. Nah, medan seperti ini tentu sangat menantang.

Apalagi saat kita harus kembali melaju pasca berhenti di tengah tanjakan, mobil yang kita kendarai bisa meluncur mundur jika kita kurang mahir mengemudi. Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita jelas perlu memperhatikan kondisi mobil sebelum berkendara.

Selain itu, kita juga harus menguasai teknik yang tepat. Tidak hanya untuk mobil bertransmisi manual tetapi juga matic.

  1. Hindari Setengah Kopling
    Yup, teknik ini memang bisa membuat kondisi mobil jadi tidak aman. Jadi, segera tinggalkan teknik ini. Jikapun sudah nyaman, kita masih bisa menerapkan teknik ini saat ingin menjalankan mobil pasca berhenti bukan untuk berhenti. Hal serupa juga berlaku untuk kita yang lebih sering membiarkan mobil tidak dalam posisi transmisi netral, dan kaki masih menginjak kopling serta rem saat menanjak.
    Sama dengan teknik setengah kopling, lebih baik kita juga segera meninggalkan cara tersebut. Sebab, selain dapat membuat otot pegal, kopling dan rem akan lebih cepat rusak. Jika terpaksa terjebak macet di tengah tanjakan, cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengaktifkan rem tangan (hand brake) atau rem parkir (parking brake).
  2. Selalu Beri Jarak
    Dalam posisi mobil menanjak dan rem tangan masih terangkat, kita perlu memberi jarak yang cukup dengan mobil di depan saat hendak berjalan kembali. Caranya, biarkan mobil depan berjalan terlebih dahulu hingga jarak cukup, barulah kita mulai mengikuti. Jadi, tak usah terlalu tergesa-gesa. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko tabrakan. Pada mobil manual, kita acap kali dihadapkan pada situasi cukup sulit di mana saat ingin menjalankan mobil kembali setelah berhenti dengan mengangkat kaki dari rem kemudian pindah ke gas tanpa mengaplikasikan rem tangan, mobil akan cenderung langsung mundur.
  3. Manfaatkan Teknik Engine Break
    Cara yang terakhir ini memang agak unik dan berbeda. Alih-alih menggunakan rem, sebetulnya kita juga bisa memanfaatkan teknik engine break, teknik di mana kita menurunkan tingkat transmisi gigi mobil atau mengendurkan gas saat melaju, biasanya dilakukan saat menempuh jalan menurun untuk mengurangi kecepatan.Dengan memanfaatkan teknik ini, beban rem akan berkurang, sehingga bisa memperpanjang umur pakai rem dan konsumsi bahan bakar akan lebih irit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *