Kriteria Yang Harus Ada Pada Pengemudi

Kriteria Yang Harus Ada Pada Pengemudi

Banyak sekali sikap dan perilaku sesorang saat sedang berkendara mulai dari yang baik hingga yang sangat menyebalkan. Bagi orang yang berpikiran cerdas pasti menginginkan kondisi jalan raya yang hanya diisi oleh orang-orang tertentu saja untuk menciptakan kondisi mengemudi di jalan raya yang nyaman dan aman. Ini merupakan tugas polisi yang sangat berat.

Saat ini kepolisian republik indonesia memang tidak selektif dalam memilih orang-orang yang boleh mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya. Tak jarang kita temui anak-anak bisa berkeliaran di jalan raya tanpa ada yang bisa mencegahnya.

Berikut ini merupakan beberapa kriteria atau persyaratan yang seharusnya dipenuhi oleh setiap pengguna jalan raya untuk menciptakan kondisi berkendara yang menyenangkan, aman dan nyaman bagi semua orang termasuk pejalan kaki, pemakai sepeda, warga yang bermukim di pinggir jalan antara lain yaitu :

  1. Bisa Mengemudi Dengan Baik
    Seharusnya dibuatkan tempat-tempat dan metode khusus untuk latihan orang-orang yang belum lancar membawa kendaraan sehingga dapat meminimalisir kecelakaan yang terjadi akibat belajar mengemudi. Jalan raya seharusnya merupakan tempat bagi orang-orang yang sudah mahir mengemudi.
  2. Mengerti Peraturan Lalu Lintas
    Para pengemudi wajib mentaati peraturan-peraturan di jalan raya baik yang tertulis dalam marka jalan maupun yang tidak tertulis secara langsung. Apa jadinya jika seseorang yang tidak mengerti lampu lalu-lintas berada di jalan raya. Apa jadinya kalau anak sd atau smp diperbolehkan atau bahkan disuruh membawa motor atau mobil?
  3. Bisa Menghargai Orang Lain
    Di jalan banyak orang yang tidak peduli dengan orang lain sehingga senang main serobot, mengganggu pejalan kaki, membuat kaget pengendara lain, menggunakan aksesoris yang mengganggu orang lain, membawa kendaraan yang menimbulkan asap atau polusi tingkat tinggi, dan lain-lain.
  4. Sifat Sabar Di Jalan
    Setiap pengendara kendaraan bermotor harus bisa sabar dalam antri di kemacetan jalan, sabar menghadapi lampu merah yang lama, sabar menghadapi tingkah laku buruk pemakai jalan lain, sabar menghadapi kondisi kritis, dan lain sebagainya. Kepentingan pribadi yang ingin segera cepat sampai di tempat tujuan harus diabaikan demi kepentingan dan keselamatan bersama di jalan raya.
  5. Cerdas di Jalan Raya
    Seorang pengemudi harus cerdas dan mampu berpikir cepat serta mampu mengambil keputusan dalam waktu yang singkat. Semua itu harus memperhatikan kepentingan orang lain juga. Dasar-dasar pengetahuan di jalan raya harus dikuasai termasuk bagaimana harus bersikap dalam kondisi yang sulit. Sedikit banyak tentang mesin atau teknik kendaraan harus diketahui agar tidak selalu mengandalkan teknisi atau bengkel saat ada masalah atau kerusakan mesin kendaraan yang mendadak.
  6. Tidak Berorientasi Pada Uang / Waktu
    Biasanya para awak kendaraan barang dan kendaraan umum seperti supir dan kernet / kondektur hanya mempedulikan kepentingan sendiri saja, tanpa mau tahu bahwa kelakuan buruk mereka di jalan raya sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan yang lain. Ini merupakan tugas pemerintah untuk mengatur sistem transportasi agar tidak lagi ada sistem nguber setoran atau nguber waktu. Bis atau angkot dengan sistem setoran biasanya memiliki kelakuan yang kurang baik di jalan raya akibat tekanan target yang cukup berat.
  7. Mengutamakan Keselamatan
    Setiap pengguna jalan dan warga masyarakat yang berada di sekitar jalan raya harus bersama-sama bahu-membahu menciptakan kondisi di jalan raya yang baik demi keselamatan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *